Laman

Jumat, 05 Oktober 2012

Arsitektur komputer, Kognisi manusia, hubungan arsitektur komputer dan kognisi manusia

Nama: Rizkie Ayu Amalia
NPM: 13509427
Kelas: 4PA05


Von Neumann adalah seorang matematikawan dari Hungaria-Jerman yang memberikan kontribusi penting dalam salah satu bidangnya yaitu ilmu komputer. Beliau juga merupakan pionir komputer digital modern dan penerapan teori operator dibidang mekanika. Beliau menjelaskan bahwa arsitektur computer adalah sistem komputer non paralel dan Beliaulah yang pertama kali menggagas konsep sebuah sistem yang menerima instruksi-instruksi dan menyimpannya dalam sebuah memori. Konsep inilah yang menjadi dasar arsitektur komputer hingga saat ini. Beliau juga salah seorang ilmuwan yang sangat berpengaruh dalam pembuatan bom atom di Los Alamos pada Perang Dunia II lalu.
Arsitektur komputer adalah suatu konsep perencanaan dan struktur dalam pengoperasian dasar sistem komputer (Dito blog, 2011).
Arsitektur komputer juga berkaitan dengan atribut-atribut yang mempunyai dampak langsung pada suatu sistem komputer, maksud dari atribut-atribut itu adalah arsitektur komputer mempunyai kebutuhan yang fungsional sebagai perangkat keras dalam desain suatu program komputer.
Arsitektur komputer merupakan konsep perencanaan dan sturtur pengoprasian dasar dari suatu sistem komputer. Arsitektur komputer disebut sebagai suatu seni megenai cara-cara dalam mengaplikasikan atau interkoneksi dalam komponen perangkat keras agar memenuhi kebutuhan fungsional, kinerja, dan target biaya. Dan dalam pengoprasian lebih difokuskan bagaimana cara bekerja CPU serta mengenai cara pengaksesan data dan alamat dari dan ke memori cache, RAM, ROM, cakram keras, dll (Wartawarga Gundarma, 2012).
Kelebihan dan kekurangan dari struktur kognisi, yaitu :
Kelebihan:
1. Struktur kognisi lebih sistematis sehingga memiliki arah dan tujuan yang jelas
2. Banyak memberi motivasi agar terjadi proses belajar
3. Mengoptimalisasikan kerja otak secara maksimal
Kekurangan:
1. Membutuhkan waktu yang cukup lama
2. Terkadang sulit mengaplikasikannya dikehidupan sehari-hari, karena tergantung individu masing-masing dalam mengoptimalkan cara berpikir mereka.
Menurut (Jimmy, 2008) arsitektur komputer mempunyai unit-unit perangkat yang menyusun antara lain:
  1. Perangkat keras
Semua bagian fisik computer dan dibedakan dengan data yang berada didalamnya atau yang beroperasi didalamnya seperti: mesin pemutar disket, mesin pemutar hard disk, motherboard yang disimpan dalam CPU.
  1. CPU (central processing unit/unit pengolahn pusat)
Perangkat yang mengendalikan semua sistem computer. Funsi utama CPU adalah melakukan berbagai operasi, termasuk operasi aritmatika dan logika terhadap data yang dating dari memori atau informasi yang dimasukkan melalui perangkat keras, serta papan ketik (keyboard).
  1. Perangkat lunak (software)
Disebut sebagai sistem komputer yang tidak berwujud. Karena perangkat ini berfungsi untuk menjalankan semua perangkat yang ada. Contohnya, data yang diformat dan disimpan secara digital, termasuk program komputer, dokumentasinya, dan berbagai informasi yang bisa dibaca dan ditulis oleh komputer.
kualitas arsitekstur komputer antara lain (ozygazebo blog, 2011):
1.      Generalitas, ukuran besar kecilnya jangkauan aplikasi terhadap arsitektur computer.
2.      Daya terap (applicability), pemanfaatan arsitektur untuk penggunaan yang telah direncanakan.
3.      Efisiensi adalah ukuran rata-rata dari sebuah software dalam omputer.
4.      Kemudahan dalam menggunakan arsitektur komputer mulai dari cara pengoprasiannya sampai pengaplikasiannya.
5.      Daya kembang (expandability), ukuran kemudahan bagi perancang untuk meningkatkan kemampuan arsitektur.
Kognisi merupakan proses dimana orang belajar sesuatu dari dunia nyata seperti pengalaman (ukdw).
Kognisi merupakan aktivitas mental yang menggambarkan pemrolehan, penyimpangan, transformasi dan menggunakan pengetahuan (Solso, 1991).
Terdapat lima proses mental dalam system kognisi, yaitu: memahami, mengevaluasi, merencanakan, memilih, dan berpikir.
Kognisi merupakan kepercayaan seseorang tentang sesuatu yang telah didpatkan dsriproses berpikir. Cara manusia  memperoleh pengetahuan adalah dengan cara menerima, mempersepsi, mempelajari, menalar, mengingat dan berpikir tentang suatu informasi (Didit dalam kompasiana, 2010).
Kognitif adalah proses-proses mental atau aktivitas pikiran dalam memperoleh, menyimpan, mengetahui dan menggunakan pengetahuan atau informasi.
 Menurut (Muhdar Mahmud) Asumsi proses kognisi:
  1. Saling berkaitan antara satu unit dengan unit lainnya dan tidak dapat berjalan sendiri karena mempunyai hubungan diantara unit-unit itu. Contohnya seperti memecahkan masalah, hasrat/mengiginkan sesuatu dan proses dalam belajar.
  2. Latihan atau belajar. Karena otak manusia secara aktif mengolah informasi yang diterima dan mengubahnya dalam bentuk dan katagori yang baru akan lebih efektif dalam proses kognisi.
Kegiatan pengelolaan informasi yang berlangsung didalam kognisi itu akan menentukan perubahan perilaku seseorang (Wordpress, 2011).
Ausabel merupakan seorang tokoh yang mengemukakan bahwa struktur kognitif dapat disebut sebagai pengetahuan.Struktur kognitif seseorang tidak lain adalah organisasi pengetahuan faktual yang diperoleh dari lingkungan. Struktur kognitif terbentuk dari informasi lingkungan sebagai suatu stimulus dari lingkungan yang selalu berubah, maka struktur kognitif atau pengetahuan pun akan terus berkembang.
kesimpulan:
Berdasarkan pembahasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa arsitektur komputer adalah suatu konsep perencanaan dan struktur dalam pengoperasian dasar sistem komputer. Arsitektur komputer juga berkaitan dengan atribut-atribut yang mempunyai dampak langsung pada suatu sistem komputer. Unit-unit dalam struktur artsitek computer tidak sekompleks dengan kognisi manusia karena arsitektur komputer hanya terdiri dari mesin pemutar disket, mesin pemutar hard disk dan CPU. Sedangkan kognisi manusia merupakan merupakan kepercayaan seseorang tentang sesuatu yang telah didapatkan dari proses berpikir. Cara manusia  memperoleh pengetahuan adalah dengan cara menerima, mempersepsi, mempelajari, menalar, mengingat dan berpikir tentang suatu informasi. Semuanya itu karena otak yang berperan penting dalam menghubungkan bagian -bagian tubuh manusia yg menjadikan suatu sistem yang kompleks.


Referensi:
Solso, RL.(1991). Cognitive psychology. Boston: Allyu&Racon.

Sabtu, 29 September 2012

Informasi, Sistem, Psikologi dan Sistem Informasi Psikologi

Nama : Rizkie Ayu Amalia 
NPM : 13509427
Kelas : 4PA05

Menurut Anton (dalam Jimmy, 2008) informasi adalah penerangan, keterangan, pemberitahuan, kabar atau berita tentang bahan nyata yang dapat dijadikan dasar kajian analisis atau kesimpulan.
Sedangakan menurut Gordon (dalam Jimmy, 2008) informasi adalah data yang telah diproses/diolah ke dalam bentuk yang sangat berarti untuk penerimanya dan merupakan nilai yang sesungguhnya atau dipahami dalam tindakan atau keputusan yang sekarang atau nantinya.  
Informasi adalah data yang telah diproses atau diolah sehingga memiliki arti atau manfaat yang berguna (blog rakata, 2012).
Informasi merupakan kebutuhan pokok setiap orang untuk pengembangan dirinya terhadap lingkungan sosialnya (ppidkemkominfo).
informasi adalah suatu data yang dikumpulkan untuk mengambil suatu keputusan. Dalam bidang ilmu komputer, informasi adalah data yang disimpan, diproses, atau ditransmisikan (blog nikmah, 2012).
Menurut (Berliana, 2006) tahap menghimpun informasi bertujuan agar visi yang dibentuk dapat mengantisipasi kemungkinan yang dapat terjadi. Kisi-kisi yang dapat digunakan dalam memproses informasi berupa (1) Tinjauan masa depan (foresight), (2) Tinjauan terhadap sesuatu yang sudah dan sedang terjadi (hindsight), (3) Pandangan mengenai dunia (worldview), (4) Persepsi mendalam (depth perception), (5) visi peripheral (peripheral vision), dan (6) proses revisi (a process of revision).
Untuk mendapatkan informasi saat ini sangat mudah. Semakin canggih teknologi maka semakin mudah pula penyebaran informasi yang akan  didapatkan. Mulai dari media elektronik maupun media massa kita dapat memperoleh informasi dengan mudah (Psikologizone, 2010).
Sistem dari bahasa latin dan orang yunani diartikan sebagai menggabungkan, untuk mendirikan, untuk menempatkan bersama. Sistem merupakan kumpulan element berhubungan yang merupakan satu kesatuan.
Menurut (Berliana, 2006) sistem adalah hubungan satu unit dengan unit-unit lainnya yang tidak dapat dipisahkan untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan. Apabilah salah satu unit terganggu, maka unit lainnya pun ikut terganggu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Menurut (Kusrini dan Andri, 2007) kata system mempunyai beberapa pengertian, tergantung dari sudut pandang mana kata tersebut didefinisikan. Secara garis besar ada dua kelompok pendekatan, yaitu:
1.      Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada kelompok artinya suatu kelompok kerja yang saling berhubungan dan berkumpul bersama untuk melakukan kegiatan bersama dan menyelesaikan suatu aturan tertentu.
2.      Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada urutan operasi di dalam sistem artinya pendekatan ini melibatkan beberapa orang untuk menjamin penanganan yang seragam dari transaksi bisnis yang terjadi .
Karakteristik sistem antara lain:
1.       komponen sistem, suatu system yang terdiri dari sejumlah kompenen yang saling beriteraksi dan bekerja sama untuk membentuk suatu komponen system.
2.      Batasan sistem, daerah yang membatasi suatu system dengan system yang lain atau lingkunagan kerjanya.
3.      Subsistem, bagian-bagian dari system yang berinteraksi untuk mencapai tujuan masing-masing.
4.      Lingkungan luar sistem, suatu system yang dipengaruhi oleh operasi system.
5.      Penghubung sistem media penghubung antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya dan memungkinkan berbagai sumber daya mengalir dari suatu subsistem ke subsistem lainnya.
6.      Masukan sistem, energi yang masuk ke dalam system berupa perawatan dan sinyal
7.      Keluaran sistem, hasil dari keluaran system ini di klasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan.
Esensinya sistem terdiri dari (blog Liavitri, 2010):
komponen-komponen dalam sistem tersebut, mencakup
1.      Perangkat keras (hardware)
2.      Perangkat lunak (software)
3.       Prosedur-prosedur (procedure)
4.       Perangkat manusia (brainware) dan
5.       Informasi (information) itu sendiri;
serta fungsi-fungsi teknologi di dalamnya yaitu:
1.      Input,
2.      Proses (process)
3.      Output,
4.      Penyimpanan (storage) dan
5.      Komunikasi (communication)
menurut Morgan (dalam Hendro dkk, 1996) psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang perilaku manusia dan binatang serta permaslahannya dalam kehidupan. Perilaku itu meliputi segala sesuatu yang dilakukan oleh manusia atau binatang yang dapat diamati dalam beberapa cara. Kita dapat melihat dan mengukur apa yang dipelajari manusia dan mendengar dan mencatat apa yang diomongkan orang.
Psikologi sebagai suatu ilmu bersifat sistematis. Teoro-teori ilmiah adalah alat penting untuk mengorganisir fakta-fakta yang diobservasi.
Psikologi berasal dari bahasa yunani “Psyche” yang artinya jiwa, dan “logos” yang artinya ilmu pengetahuan. Secara etimologi, psikologi merupakan ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam kehidupan baik mengenai gejanya, prosesnya, maupun latar belakangnya (Siti Nurida, 2011).
Cabang ilmu psikologi dapat digolongkan berdasarkan bidang studinya, baik ilmu dasar (teoritis), maupun yang bersifat terapan (praktis). Misalnya antropologi, ekonomi, ilmu sosial, ilmu politik, geografi, dan sejarah juga mempelajari berbagai macam aspek perilaku (scribd).
Menurut (Monty dan Roswiyani) system informasi dalam pandangan psikologi kognitif adalah otak merupakan pusat pengolahan informasi. Informasi diperoleh dari pengalaman hidup sehari-hari yang ditangkap oleh pengindraan. Hasil informasi dikirimkan melalui jaringan saraf tertentu ke susunan saraf pusat di otak. Dalam susunan saraf pusat menghasilkan pemahaman tentang suatu pengalaman.  
Menurut (Ary. 2007) dalam psikologi aliran Freud, ada dua proses dasar dalam menyelidiki dan menghimpun informasi psikologis, yaitu:
1.      Proses primer atau id, yang pada dasarnya merupakan alam tak sadar (unconscious)-alam tidur, mimpi, memori yang tertekan, dan lain-lain.
2.      Proses sekunder, dunia sadar atau ego, yang bersiat logis, rasional, dan linear. Secara neurologis, tampak bahwa kedua proses ini dilandasi oleh pikiran pararel atau asosiatif (proses primer) dan pikiran seri (proses sekunder).
Sistem informasi :     Dalam suatu organisasi terdapat suatu sistem informasi yang dibuat oleh manusia untuk mencapai tujuan yaitu menyajikan informasi. Di dalam suatu organisasi, sistem informasi berfungsi mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi, mendukung operasi, bersifat manajerial, dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan–laporan yang diperlukan.

Kesimpulannya:
Sistem informasi psikologi merupakan suatu system yang , menyediakan informasi-informasi yang berkaitan dengan psikologi. Informasi yang telah diproses dan diolah sehingga memiliki arti atau manfaat yang berguna merupakan kebutuhan pokok setiap orang untuk pengembangan dirinya terhadap lingkungannya. Otak merupakan pusat pengolahan informasi. Informasi diperoleh dari pengalaman hidup sehari-hari yang ditangkap oleh pengindraan. Hasil informasi dikirimkan melalui jaringan saraf tertentu ke susunan saraf pusat di otak. Dalam susunan saraf pusat menghasilkan pemahaman tentang suatu pengalaman.
Sumber:
·         www.wikipedia.org/wiki/sistem
·         Hendro, P & dkk. (1996). Psikologi umum 1. Jakarta: Universitas Gunadarma.



Kamis, 12 April 2012

Contoh Kasus Terapi Eksistensial

Nama: Rizkie Ayu Amalia
NPM: 13509427
Kelas: 3PA05

Ini adalah sebuah kasus tentang eksistensial yang menggambarkan perjuangan seorang wanita dengan kesadaran dan kebebasan serta tanggung jawab dan kecemasan yang dirasakannya ketika ia membuat keputusan-keputusan sehari-sehari yang menyangkut cara yang diinginkan dalam mengarungi kehidupannya.

Ia sekarang sering sekali menemukan dirinya bergulat dengan pertanyaan-pertanyaan, siapa sesungguhnya dirinya dan bagaimana sesungguhnya perasaan yang dia rasakan. Emosi-emosi tidak mudah mucul, bahkan juga sekarang.perasaan-perasaan cinta dan benci adalah sesuatu yang baru baginya, dan sering sangat menakutkan. Sering ia menemukan kesulitan untuk bisa mendamaikan diri dengan fakta bahwa suatu saat ia bisa kehilangan orang-orang yang ia kasihi, tetapi kemudian ia menginginkan mereka pergi. Ketidakkonsistenan dan pertentangan antara kebergantungan dengan kemandirian ini setiap kali membuat ia bingung.id Kadang kala ia berpikir bahwa akan lebih baik jika ia secara emosional tetap mati seperti dulu. Setidaknya ia tidak merasa begitu skait. Akan tetapi, ia juga tahu jika demikian, ia pun tidak benar-benar hidup.

Ia mengaku bahwa hari ini ada seorang pria yang memeluknya, dan ia sejenak merasa sangat hangat dan nyaman. Ia menyukai perasaan itu, tetapi juga takut. Perasaan itu begitu asing bagi ia. Ia ingin menaruh kepercayaan, tetapi sangat sulit untuk melakukannya. Barangkali halite disebabkan oleh adanya unsure resiko yang tgerlibat dalam hubungan, dan ia tetap tidak mau mendengarkan dirinya menerima resiko itu. Ia khawatir apakah ia akan mampu mengatasi segenap luka dan kekecewaan masa lalu serta belajar hidup untuk hari ini.

Kadang-kadang, ketika ia merasa sepi dan kehilangan, ia mencoba membayangkan, apa jadinya jika ia tidak pernah menjalani konseling, jika ia tidak pernah memperoleh pemahaman diri seperti yang sekarang ia miliki. Atau apa jadinya jika ia secara ajaib bisa kembali ke tahap awal dari pertumbuhan emosional ketika ia merasa terancam, dan mampu menetap disana. Maka ia tidak akan melihat keindahan dunia nantinya, tidak akan mengetahui keberhasilan, juga tidak akan banyak memiliki kedamaian pikiran,tetapi ia akan merasa lebih aman.ia mengaku bahwa tekanan-tekanan yang dulumpernah ia rasakan tidak ada lagi dalam kehidupannya.

Fungsi dan peran terapis

Meskipun terapi eksistensial bukan merupakan metode tunggal, dikalangan terapis eksistensial dan humanistik ada kesepakatan menyangkut tugas-tugas dan tanggung jawab terapis. Menurut Buhler dan Allen, para ahlimpsikologi humanistik memilih orientasi bersama yang mencakup hal-hal berikut:

1. Mengakui pentingnya pendekatan dari pribadi ke pribadi.

2. Menyadari peran dari tanggung jawab terapis.

3. Mengakui sifat timbale balik dari hubungan terapeutik.

4. Berorientasi pada pertumnuhan.

5. Menekankan keharrusan terapis terlibat dengan klien sebagai suatu oribadi yang menyeluruh.

6. Mengakui bahwa putusan-putusan dan pilihan-pilihan akhir terletak di tanagan klien.

7. Memandang terapis sebagai model, dalam arti bahwa terapis dengan gaya hidup dan pandangan humanistiknya tentangmanusia bisa secara implicit menunjukkan kepada klien potensi bagi tindakan kreatif positif.

8. Mengakui kebebasan klien untuk mengungkapkan pandangan dan untuk menegmbangkan tujuan-tujuan dan nilainya sendiri.

9. Bekerja kearah mengurangi kebergantungan klien serta meningkatkan kebebasan klien.

Sumber:

Buku “Teori dan Praktek Konseling & Psikoterapi” Gerald Corey